Monday, March 05, 2007
SIAPKAN DIRI SEBELUM MENCARI PASANGAN


Karier menghambat asmara ?
Pekerjaan dikantor, jadi bagian penting identitas diri.

Tak percaya ?
Pekerjaan mampu menampung ide-ide kreatif kamu, meningkatkan harga diri, menambah penghasilan & kebebasan alias kemandirian. Semuanya berupa imbalan pribadi yg tak ada hubungannya sama sekali dengan pasangan. Nah, kalau kamu belum memutuskan apa ispirasi & hidup kamu nantinya, ada kemungkinan kamu akan memilih secara tak sadar seeorang yg bisa diandalkan, bukan mitra yg mestinya bisa saling menjaga. Pekerjaan & asmara memang saling mempengaruhi. Jika kamu masih bingung dengan identitas diri, maka bisa jadi asmara akan mengganggu pekerjaan di kantor. Begitu pula sebaliknya.Punya karier & hubungan asmara yg sehat jadi dambaan hampir setiap orang. Memiliki keduannya bagai menjalani perawatan kuku sambil berbicara lewat ponsel.

Tau maksudnya ?
Sebagian diri kamu senang dimanja, sementara bagian yg lain berusaha menjaga sinyal ponsel tetap terjaga. Pekerjaan yg bagus mampu memberikan kemapanan, harga diri & kemandirian.

Bisakah itu semua memenuhi jiwa kamu ?
Jadi sebelum membuka hati, terlebih dulu pastikan kamu tau tujuan hidup kamu & bagaimana cara mencapainya. Setelah itu, pikirkan asmara.Kedewasaan Terkadang prilaku kekanakan terhadap orang tua atau kakak tidak kentara, sehingga kamu tak sadar telah terjebak dalam kebiasaan itu. Pada akhirnya kebiasaan seperti ini justru mempengaruhi kemampuan kamu memiliki hubungan asmara yg dewasa dengan si dia.

Ketakutan?
Ada orang yg dengan mudahnya gonta ganti pasangan. Dalam waktu singkat kembali putus hubungan. Tapi tak sampai seminggu, sudah menggandeng orang baru lagi. Begitu seterusnya. Lalu ada lagi yg mati-matian mencari pasangan, lantaran ingat usiannya tak lagi muda. Pendeknya, selalu ada alasan tertentu untuk mencari pasangan. Dalam hal ini, bersumber dari ketakutan. Takut mendapat pasangan tak sempurna, ia jadi terus mencari-cari. Belum selesai dengan yg satu, ia sudah beralih ke pasanagan lain. Takut biological clock-nya berbunyi makin keras, maka ia mesti mendapatkan pasangan secepatnya. Bagaimana dengan kamu ?

Masa lalu & kekayaan emosi..
Kalau kamu menganggap masa kanak-kanak kamu bahagia, bisa jadi keliru. Bayangkan sulitnya dari balita yg tak berdaya jadi seseorang yg mandiri. Pasti melewati kejadian yg menyakitkan. Semuanya menimbulkan pengalaman tak mengenakkan. Kejadiannya hanya sepele, tapi semuanya jadi pelajaran berharga. Bayangkan kerja otak kamu seperti komputer. Hampir setiap langkah, selalu ada pilihan menu. Tinggal memilih yg paling sesuai, maka kamu bisa selamat. Atau sebaliknya. Tergantung kepintaran orang yg akan melaluinya. Kalau dipertimbangkan dengan matang pasti hasilnya akan memuaskan.Berbagai pengalaman, biasanya menyisakan hikmah yg mestinya bisa dipelajari. Memang butuh waktu sebelum sadar akan adanya hikmah dari setiap peristiwa. Selalu ada maksud tertentu di balik kejadian.

Pertumbuhan diri menjadi manusia yang matang & dewasa, butuh waktu. Bisa terjadi dengan sendirinya atau perlu seseorang yang bisa profesional atau tidak untuk membimbing. Kekayaan pribadi berasal dari sekian banyak peristiwa yang terekam dalam otak kita. Itulah yang menjadi dasar sikap, tindakan & prilaku anda.

Tentukan kehendak hati..
Kalau ada umpan, ikan biasanya tertarik. Bisa berhasil bisa juga tidak. Sama saja yg berlaku pada manusia. Kalau manusia tak tau apa yg dikehendaki, sulit bagi orang lain untuk menerka isi hatinya. Sebaliknya kalau dia tau benar apa yg dicari & akan dilakukannya, maka orang lain dengan senang hati akan membantu anda.

Dukungan teman terhadap kebiasaan semasa lajang...
Aktifitas yg dilakukan semasa lajang tentu berbeda dengan saat sudah menikah. Kebiasaan masa lajang terkadang disamakan dengan hura-hura & pesta. Kalau kebiasaan ini didukung teman dekat, bisa berabe. Bukan hanya pemborosan, tapi kebiasaan seperti ini tak bisa dipelihara kalau kamu sudah punya pasangan nantinya. Bayangkan kalau kamu lebih sering berada bersama teman-teman ketimbang si dia. Sama saja dengan membuat masalah baru. Siapa tau si dia merasa : "kamu tak pernah punya waktu berdua." Selalu ada teman-teman di sekeliling kamu. Pendeknya, waktu kebersamaan dengan si dia jadi berkurang. Sehingga dalam sekejap, dia bisa berpaling & lebih mempehatikan orang lain yg lebih memperhatikan dirinya ketimbang kamu. Sadarkah kamu hal ini ?

Hubungan jangka panjang berdasarkan penilaian dangkal, munginkah ?
Kepribadian kamu justru jadi aset utama sebagai pemikat hati calon pasangan, bukan penampilan kamu. Butuh strategi yg mungkin agak kelihatan kuno, tapi bisa dijamin lebih berhasil. Kamu perlu mengatur langkah demi mendapatkan seseorang yg layak dijadikan pasangan. Pelan-pelan tapi pasti masih lebih baik, ketimbang buru-buru tapi tak memikirkan efek sampingnya. Butuh waktu untuk saling mengenal pribadi masing-masing. Mungkin kalau diawal perjumpaan masih malu-malu, maka lambat laun pasti masing-masing akan menunjukkan sifat aslinya. Jangan pernah takut memperlihatkan semua sisi kamu padanya. Dengan begitu kamu sudah membuka pintu hati baginya. Dan ini membuatnya lebih mudah membuka hatinya pada kamu.

Terlalu cepatkah ?
Hubungan asmara kadang dianalogikan dengan main layang-layang. Selalu ada saat-saat kedua belah pihak atau salah satu pihak memegang tali layang-layang. Menarik, mengulur begitu seterusnya.

Adakah PACE yang tepat untuk itu ?
rasanya tidak, semuanya berlaku fleksibel, asalkan kamu selalu ingat untuk menyelamatkan hati kamu. Jangan berlaku berlebihan, dari pada menyesal belakangan.

Kapan saatnya terbuka ?
Kamu pasti sudah banyak mengalami berbagai peristiwa dalam hubungan asmara. Cemburu, sakit hati, sedih, senang, gembira, jatuh cinta, semuanya campur aduk. Namun sebelum merasakan itu semua, selalu ada saat-saat awal. Waktu itu kedua belah pihak biasanya masih menahan diri. Masing-masing menceritakan sedikit saja dari sekian banyak cerita mengenai diri masing-masing. Tak mungkin, kalau kencan pertama kamu langsung mengaku sudah punya pacar sekian puluh orang sebelu m bertemu dengannya. Bukan hanya itu. Menyatakan perasaan kamu terlalu cepat juga tak baik. Pastikan lebih dulu peraaan kamu padanya.

Tuluskah cinta kamu padanya ?
Jangan-jangan hanya terjadi sesaat, tanpa kelanjutan pasti. Perlahan-lahan hubungan kamu dengannya akan makin mendalam. Dengan demikian tinggal menunggu satu persatu mulai terungkap. Dari mulai kebiasaan, peristiwa penting sampai saatnya memberikan kepercayaan pada si dia.

Kapan kamu bisa tau pasti, mengenal hal ini ?
Tak ada yg bisa menjawab waktunya secara pasti. Semuanya tergantung perasaan kamu yg terlibat saat itu bersamanya.Kepercayaan itu seperti jalan 2 arah. Kamu tak bertanggungjawab atas apa yang dilakukan olehnya, begitu pula sebaliknya. Tapi kamu bertanggung jawab atas semua yang kamu lakukan. Dipercaya, sama artinya dengan jujur mengenai semua hal tanpa kecuali.

Setiap hubungan baru menuju ke arah lebih baik?
Kalau dari setiap hubungan kita bisa mengambil hikmah & pelajaran, maka sepanjang waktu kita akan bertambah bijak. Dengan belajar dari kegagalan, suatu saat nanti kita akan mencapai hubungan asmara yg tak terpisahkan lagi. Memang butuh waktu untuk sampai ke taraf itu. Tapi, setiap manusia pasti ada pasangannya masing-masing. Percayalah, suatu saat nanti, kamu juga akan bertemu dengannya.


Posted at 01:51 pm by CAT-TemboK

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Home Next Entry



««MÃMÁD»»

''ATJEH''





   

<< March 2007 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here: